Pengertian, Macam, Dampak, dan Cara Menghindari Penyakit Hati

INICARAMUSLIM - Inilah pembahasan tentang Pengertian, Macam, Dampak, dan Cara Menghindari Penyakit Hati. Tubuh manusia terdiri atas dua unsur yang saling berkaitan, yaitu jasmani dan rohani. unsur jasmani dapat dilihat oleh mata sehingga jika sakit mudah diobati. sedangkan unsur rohani tidak dapat dilihat oleh mata sehingga hanya dapat diketahui melalui perasaan dan jika sakit sulit untuk diobati, Oleh karena itu, seseorang harus dapat menjaga hati supaya tidak terkena penyakit hati. Padahal rohani yang sakit akan dapat merusak kan tidak hanya jasmani tetapi juga dapat merasakan hubungan atau kekeluargaan yang sudah terjalin dengan baik. 

Rohani atau hati seseorang harus selalu dijaga supaya tidak terkena penyakit hati mengingat penyakit tersebut sangat berbahaya terhadap kelestarian hubungan yang baik antara satu dan lainnya. Macam penyakit jiwa atau hati banyak sekali antara lain iri, dengki, hasut, fitnah, buruk sangka, dan khianat.

Berikut penjelasan tentang pengertian, macam-macam, dan dampak penyakit hati:

A. Iri Hati

Iri hati Adalah perasaan tidak senang melihat orang lain mendapat kebahagiaan atau nikmat dari Allah subhanahu wa ta'ala. Misalnya tidak senang melihat orang lain sukses dalam belajar, perdagangan, kedudukan (jabatan), atau kenaikan pangkat.

Sifat iri hati harus dihindari karena berbagai alasan berikut ini:
  1. Kalau berlebihan akan menjadi dengki artinya bukan saja tidak senang melihat orang lain yang mendapat kenikmatan tetapi mengharapkan agar kenikmatan itu berpindah kepadanya.
  2. Dapat menimbulkan perbuatan jahat.
  3. Dapat menimbulkan perasaan ujub atau perasaan jengkel terhadap orang yang menyamai atau menandinginya.
  4. Dapat menimbulkan perasaan takabur.
  5. Berpandangan sempit, senang mendapat kesuksesan, tetapi tidak mau berusaha dan bekerja keras.
Indahnya Hidup Tanpa Penyakit Hati

Perasaan iri boleh dimiliki seseorang asalkan iri pada perbuatan yang positif. Artinya sifat tidak mau kalah untuk memperoleh kenikmatan yang dicapai orang lain. Dalam hal ini seseorang boleh berperasaan apabila orang lain mendapatkan kenikmatan atau kesuksesan, saya pun pasti bisa.Selanjutnya ia berusaha dan bekerja keras untuk mencapainya. Dan seperti itulah ia dapat mencapai apa yang dicita-citakan sebagaimana dianjurkan dalam firman Allah yang artinya berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.

Seseorang yang terkena penyakit iri hati dapat dihilangkan dengan cara yaitu menjauhkan diri dari sebab-sebab yang menimbulkan dan harus menyadari sepenuhnya bahwa setiap orang akan mendapatkan nikmat dari Allah subhanahu wa ta'ala sesuai dengan bagian masing-masing sebagaimana diterangkan dalam firman Allah berikut ini:

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. Tak pernah bagi orang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan dan bagi para wanita pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ( An Nisa ayat 32)

B. Dengki

Dengki adalah perasaan tidak senang atau rasa iri melihat orang lain mendapat kenikmatan sehingga timbul perasaan jahat.Orang yang memiliki sifat ini mengharapkan agar kenikmatan yang diperoleh orang lain itu menjadi hilang atau berpindah kepada dirinya. Orang yang dengki biasanya tidak senang melihat orang lain hidup bahagia melebihi dirinya. Dalam kehidupan manusia sifat dengki sangat berbahaya. Oleh karena itu kita harus menjauhi sifat tersebut karena dapat menyebabkan Hal-hal berikut:
  1. Dapat menimbulkan sikap, sifat, dan tingkah laku yang hina.
  2. Dapat menimbulkan sifat permusuhan.
  3. Tidak disenangi oleh orang banyak.
  4. Dapat menimbulkan perasaan dendam.
  5. Dapat menghilangkan semua amal kebaikan yang telah dilakukan.

Banyak kerugian dan penderitaan yang diakibatkan oleh penyakit dengki. Oleh karena itu sedapat mungkin kita berusaha menyingkirkan rasa dengki tersebut dengan mempertebal iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, meningkatkan taqwa dan memiliki sifat qana'ah yaitu menerima dengan ikhlas pemberian Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

Menjalar kepadamu penyakit umat-umat sebelum kamu sekalian yaitu marah dengki penyakit itu mencukur agama tidak mencukur rambut. ( H.R. Abu Dawud dan Tirmizi)

Dari hadits diatas dapat di peroleh simpulan bahwa penyakit hati seperti marah, iri, dan dengki yang melanda orang-orang sebelum kita dan orang-orang sekarang akan merusakkan agama. Bahkan digambarkan bahwa yang dicukur itu bukanlah rambut tetapi yang dicukur atau dihancurkan adalah agama.

C. Hasut

Hasut ialah usaha seseorang yang memiliki sifat iri untuk mempengaruhi orang lain supaya tidak suka melihat orang lain hidup senang dan bahagia melebihi dirinya. Seseorang yang telah dihinggapi penyakit iri dan dengki akan menimbulkan sikap serta tingkah laku yang hina dan bahaya seperti berikut ini:
  1. Suka menghasut orang lain di mana saja untuk menjatuhkan nama baik orang yang menyainginya.
  2. Jika orang yang dianggap menyaingi atau musuhnya mendapat kemajuan, kebaikan dan kesuksesan serta mendapat pujian dari kawannya, ia cepat sekali merasa sakit hati.
  3. Senang pergi kesana kesini mencari dukungan untuk menjatuhkan nama baik orang yang menjadi pesannya
  4. Suka membuat kerugian terhadap orang lain.
  5. Banyak mengalami kerugian baik waktu, teman, materi, atau jiwa.
  6. Dapat merusak martabat manusia.

Semua amal kebaikannya yang telah dilakukan akan mudah lenyap dari kenangan orang sebagaimana diterangkan dalam sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam berikut ini:

Hati-hatilah kamu terhadap penyakit hasut (iri dan dengki) karena hasut itu memakan amal amal kebaikan seperti api memakan kayu bakar. (H.R. Abu Dawud)

D. Fitnah

Fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan seseorang dengan maksud menjelekkan orang lain seperti menodai nama baik dan merugikan orang. Suatu pembunuhan, bagaimanapun bentuk pembusukan itu seperti yang terjadi dalam peperangan atau pembusukan yang sering kita dengar sehari-hari adalah perbuatan kejam dan tidak berperikemanusiaan. Akan tetapi perbuatan memfitnah ternyata lebih berbahaya lagi dari pembusukan dan lebih besar dosanya sebagaimana dijelaskan Allah subhanahu wa taala dalam surat Al Baqarah ayat 191 dan 217 berikut ini:

Fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan (Quran surat Al Baqarah 191)

Fitnah itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan (Quran surah al-baqarah 217)

Mengapa Fitnah lebih besar bahayanya dari pembunuhan? Karena jika fitnah itu termakan oleh orang nama seseorang atau martabat seseorang akan jatuh dalam pandangan masyarakat. Apabila fitnah itu menyangkut nama bangsa maka bangsa itu akan merosot dalam pandangan dunia.

Fitnah dapat membawa akibat terhadap pertentangan, perpecahan, bahkan peperangan. Apabila bibit-bibit fitnah terus tumbuh dalam masyarakat kegelisahan dan kegoncangan selalu menyelubungi anggota masyarakat itu sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikut ini:

Dan perangilah mereka itu sehingga tidak ada fitnah lagi dan sehingga agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti dari memusuhi kamu maka tidak ada permusuhan lagi kecuali terhadap orang-orang yang zalim ( Quran Surah Al Baqarah 193)

Dalam Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga dijelaskan mengenai orang yang tidak masuk surga karena fitnah.

Tidak masuk surga orang yang memfitnah (Hadits Riwayat Bukhari)

E. Buruk sangka (Suuzan)

Buruk sangka artinya selalu curiga kepada orang lain. Manusia adalah salah satu dari sekian makhluk yang unik karena disamping memiliki akal juga dianugerahkan nafsu kepadanya. Nafsu dapat bermanfaat apabila dapat menempatkan pada hal-hal yang positif tetapi sebaliknya dapat juga menjadi negatif jika tidak dapat dikendalikan dengan baik.

Berburuk sangka termasuk sifat yang tercela sebab dapat mendatangkan fitnah permusuhan dan sangat membahayakan. Buruk sangka merupakan dosa yang diibaratkan makan daging bangkai saudaranya yang sangat menjijikkan sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikut ini:

Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. (Quran surah Al Hujurat ayat 12)

Dari ayat di atas dapat diambil pengertian bahwa suuzan atau berburuk sangka merupakan perbuatan yang tidak terpuji karena sama hal yang mengawali permusuhan secara terbuka. Sangka tidak digunakan oleh Islam. Terbukti dengan dilarangnya secara tegas sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas.

F. Khianat

Khianat adalah perbuatan tidak setia tipu daya, curang atau perbuatan yang bertentangan dengan janji yang telah disepakati. Perbuatan khianat termasuk salah satu akhlak mazmumah atau tercela baik tercela menurut Allah Subhanahu Wa Ta'ala maupun tercela di kalangan masyarakat.

Khianat banyak macamnya antara lain sebagai berikut:
  1. Khianat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala misalnya beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapi tidak melaksanakan perintah Allah malah melanggar larangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
  2. Khianat kepada rasul misalnya orang mengaku menjadi umat Rasulullah tetapi tingkah lakunya tidak mau mencontoh dan mengamalkan ajaran Rasul bahkan menghalang-halanginya.
  3. Khianat kepada Amanat atau titipan misalnya merusak barang titipan, menipu dan memasukkannya.
  4. Khianat kepada diri sendiri misalnya mencelakakan diri sendiri dengan jalan banyak berbuat maksiat.
  5. Khianat kepada keluarga misalnya seseorang tidak mau mengurus keluarganya padahal Ia mempunyai kemampuan untuk mengurusnya.
  6. Khianat kepada hukum misalnya yang dilakukan oleh penjajah mereka yang membuat hukum secara umum tetapi kenyataan hanya berlaku untuk sebelah pihak. Jika rakyat yang dijajah melanggar hukum harus ditindak sedangkan mereka yang melanggar hukum tidak diapa-apakan.
  7. Khianat kepada masyarakat misalnya pemimpin berkhianat kepada yang dipimpin dan majikan berkhianat kepada buruh.
  8. Khianat kepada negara misalnya merugikan negara mengecilkan negara korupsi, kolusi, nepotisme dan hal-hal lain yang dapat membawa negara kepada kemunduran.

Cara Menghindari Penyakit Hati:

Menghadapi penyakit hati tidaklah perlu membuat kita pesimis atau bahkan sampai berputus asa. Bagaimanapun juga setiap penyakit mestilah disembuhkan. Berikut ini ada beberapa cara mengobati penyakit hati yang dialami seseorang:

  1. Selalu berusaha menegakkan sholat dengan sebaik-baiknya. Seseorang yang mempunyai penyakit hati terutama Maria harus memaksakan diri salat dengan benar. Apa yang dihadapinya hanya antara dia dan Allah. Lambat laun dia akan merasakan kehadiran Allah di dalam hatinya dan dengan kesadaran seperti ini Insya Allah kekhusyuan tercapai dan hilanglah penyakit hatinya.
  2. Membiasakan berinfak dan bersedekah. Setelah itu ditanamkan kesadaran arti pentingnya ikhlas dalam berinfak dan bersedekah. Melalui hal ini akan masuk sifat-sifat yang positif seperti Dermawan suka membantu serta tinggi rasa tenggang rasa kepada orang lain. Akad Iran sifat positif inilah kemudian yang akan mengikis penyakit hati yang lain yang telah lebih dulu mengakar dan bersarang di dalam diri.
  3. Selalu mengharapkan ridho Allah dan takut akan azabNya. Sudah menjadi tabiat manusia menghindari celaka dan ingin mendapatkan nikmat. Hal ini dapat dipupuk dengan selalu ingat kepada azab Allah. Dengan demikian rasa takut akan menyelimutinya apabila dia bertindak buruk. Mengharap Ridha Allah juga merupakan upaya untuk mengejar kenikmatan Dunia Akhirat terutama pada saat mengerjakan sesuatu. Kedua Hal inilah kemudian yang akan membuat penyakit hatinya menjadi lumpuh dan lenyap. 

Demikialah penjelasan lengkap tentang Pengertian, Macam, Dampak, dan Cara Menghindari Penyakit Hati. Semoga bermanfaat!

0 Response to "Pengertian, Macam, Dampak, dan Cara Menghindari Penyakit Hati"

Post a Comment